SEKAYU, MUBA – Ribuan massa yang tergabung dalam Persatuan Penyuling Minyak Muba (PPMM) mendatangi dan memadati halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin di Sekayu pada Selasa, 9 Juni 2026.

Aksi unjuk rasa berskala besar ini digelar guna menyampaikan tuntutan terkait keberlanjutan aktivitas penyulingan minyak tradisional di wilayah Bumi Serasan Sekate.
Situasi di lapangan sempat memanas saat massa demonstran mendesak masuk ke dalam gedung untuk menemui pengambil kebijakan.
Namun, ketegangan tersebut berhasil diredam dan dikendalikan dengan baik berkat kesigapan personel pengamanan gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Muba, Kodim 0401/Muba, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muba.

Meja Audiensi Redam KeteganganGuna meredakan gejolak massa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan aparat penegak hukum langsung membuka ruang diskusi di dalam kantor bupati.
Rapat audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Muba Drs. Syafaruddin, M.Si., Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Muba KOMPOL Helmi Ardiansyah,S.H, serta sejumlah perwakilan inti dari PPMM.

Pertemuan lintas sektor yang berlangsung kondusif ini berhasil melahirkan 4 (empat) poin kesepakatan tertulis bersama
:Rapat Forkopimda dalam 8 Hari: Menindaklanjuti aspirasi para demonstran, Pemkab dan Polres Muba berkomitmen menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Musi Banyuasin dalam kurun waktu maksimal 8 (delapan) hari ke depan guna menyikapi tuntutan PPMM.
Penyampaian Keputusan Secara Tertulis: Hasil dari rapat evaluasi jajaran Forkopimda tersebut nantinya akan disampaikan secara transparan dan tertulis kepada perwakilan pengurus PPMM.
Komitmen Solusi Legal: Forkopimda Musi Banyuasin menegaskan akan berupaya keras mencarikan formula dan solusi terbaik bagi aktivitas PPMM, dengan catatan mutlak bahwa solusi tersebut tidak melanggar ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Imbauan Menjaga Kondusifitas: Pihak PPMM sepakat dan diimbau untuk menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta kondusifitas wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin selama menunggu rapat Forkopimda dilaksanakan.
Pasca-tercapainya kesepakatan tersebut, perwakilan massa menyampaikan hasil audiensi kepada seluruh demonstran di luar gedung. Ribuan massa akhirnya membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan ketat petugas keamanan.
Keterbatasan anggaran seringkali dianggap sebagai tembok besar yang menghentikan laju pembangunan. Namun, di era transformasi saat ini, memandang...
PALEMBANG — Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dr Iskandar Syahrianto...
SEKAYU, — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan...
Membumi MUSI BANYUASIN- Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Musi Banyuasin menjadi lebih dari sekadar momentum keagamaan. Di...
SEKAYU – Dalam upaya mempercepat pengetasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan penurunan angka pengangguran di Muba ,...