MUBA- Kondisi Sudan yang kian mencekam karena pertempuran meletus antara tentara reguler dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang sudah berlangsung selama lebih dari sepekan juga berimbas kepada warga Muba dan hal tersebut menjadi keprihatinan Pj Bupati Apriyadi Mahmud.
Pertempuran untuk memperebutkan kekuasaan tersebut telah menewaskan ratusan orang dan membuat jutaan orang Sudan tidak mendapatkan akses ke layanan dasar.
Tercatat ada dua orang warga Muba yang berada di Sudan dan saat ini sedang dalam proses evakuasi dipulangkan ke Indonesia.
"Ya, ada dua orang warga Muba di Sudan yakni Nelson Thomas dan Indra Gunawan, hari ini Sabtu (29/4/2023) sudah perjalanan dari Jeddah ke Jakarta," ungkap Pj Bupati Apriyadi Mahmud saat dibincangi, Sabtu (29/4/2023).
Mustasyar PWNU Sumsel ini mengaku, dua warga Muba tersebut petang ini akan tiba di Bandara Soekarno Hatta.
"Kondisi keduanya Alhamdulillah baik, kita akan koordinasi terus terkait pemulangan warga Muba tersebut," jelasnya.
Sebagai informasi, pemulangan tahap pertama sebanyak 385 WNI tiba di tanah air dari proses evakuasi di Sudan di Bandara Seokarno-Hatta dimulai sejak Jumat (28/4/2023).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ratusan WNI tersebut tiba dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 991.
"WNI yang tiba di Tanah Air terdiri dari 248 perempuan, 137 laki-laki dan 43 anak-anak," pungkasnya.
Gubernur Sumsel Tinjau Venue Porprov XV Didampingi Bupati Muba Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan yang akan...
Kita merah Putih.com Panen raya jagung serentak nasional kuartal III digelar di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan,...
Kita merah Putih.com - Memperingati Hari Rabies Sedunia, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan Musi Banyuasin gelar layanan...
Sekayu -AQJ News.com Badan Amil Zakat kabupaten Musi Banyuasin terus melaksanakan kegiatan yang positif untuk memberikan keahlian dengan melaksanakan...
Tribratamubanews.com – Berniat (51), warga Desa Tanjung Durian, Kecamatan Lawang Wetan, pemilik lokasi penyulingan minyak mentah (illegal...