SEKAYU, 14 Januari 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Guest House Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada Rabu malam. Pemerintah Kabupaten Muba menggelar silaturahmi akbar bersama Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kecamatan Sekayu.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jalinan komunikasi serta menjaga kerukunan antar-etnis di Bumi Serasan Sekate.
Momen Bersejarah bagi Masyarakat Tionghoa
Perwakilan tokoh masyarakat Tionghoa dari INTI, Jhoni Aking, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas undangan resmi dari pemerintah daerah. Menurutnya, pertemuan ini merupakan bentuk penghormatan besar karena menjadi kali pertama perwakilan masyarakat Tionghoa diundang secara khusus untuk bersilaturahmi langsung di kediaman dinas Bupati.
"Mewakili keluarga besar, kami merasa sangat bangga dan terharu. Ini adalah pertama kalinya kami diundang untuk bersilaturahmi secara resmi di sini. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan keramahtamahan pemerintah daerah," ujar Jhoni Aking penuh syukur.
Dalam kesempatan tersebut, Jhoni juga menyampaikan harapan agar Bupati Musi Banyuasin berkenan menjadi Dewan Pelindung bagi INTI dan PSMTI Kecamatan Sekayu.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi dan peran organisasi dalam berkontribusi bagi masyarakat Sekayu.

Komitmen Bupati: Membangun Muba Tanpa Sekat
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet SH, menegaskan komitmennya untuk memimpin tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, maupun asal-usul masyarakat.
"Di mata pemerintah, tidak ada sekat antara satu suku dengan suku lainnya. Kita semua adalah satu keluarga, warga Musi Banyuasin. Saya secara pribadi maupun atas nama pemerintah, menyatakan kesediaan untuk menjadi Dewan Pelindung bagi keluarga besar INTI dan PSMTI," tegas Bupati Toha.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas dan kedamaian di Kabupaten Muba. Ia menekankan bahwa keharmonisan antar-etnis adalah modal utama dalam mempercepat akselerasi pembangunan daerah.
"Mari kita jaga kedamaian dan toleransi. Saya mengajak seluruh keluarga besar Tionghoa di Sekayu untuk bahu-membahu, bersinergi membangun Kabupaten Musi Banyuasin yang lebih inklusif, maju, dan sejahtera," pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Ketua PSMTI Sekayu, Sani Oktavianus, beserta jajaran pengurus lainnya. Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama, menandai babak baru sinergitas antara pemerintah daerah dengan komunitas Tionghoa di Musi Banyuasin.(Jay)
Keterbatasan anggaran seringkali dianggap sebagai tembok besar yang menghentikan laju pembangunan. Namun, di era transformasi saat ini, memandang...
PALEMBANG — Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dr Iskandar Syahrianto...
SEKAYU, — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan...
Membumi MUSI BANYUASIN- Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Musi Banyuasin menjadi lebih dari sekadar momentum keagamaan. Di...
SEKAYU – Dalam upaya mempercepat pengetasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan penurunan angka pengangguran di Muba ,...