TULUNGAGUNG – Jalanan kota yang tertib bukan sekadar tentang barisan kendaraan yang rapi, melainkan tentang ruang publik yang memanusiakan setiap warganya.

Berangkat dari ketulusan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung merajut harmoni bersama Satpol PP, Satlantas Polres Tulungagung, dan Polisi Militer (PM) V/1-6 Tulungagung dalam sebuah patroli humanis penataan parkir di wilayah kota, Rabu (10/6/2026).

Operasi gabungan ini bukan sekadar tentang menegakkan aturan hukum lewat secarik surat tilang. Lebih dalam, ini adalah langkah persuasif untuk menyapa ruang aspal kota, memastikan hak para pejalan kaki di trotoar kembali tegak, dan mengurai kesemrawutan yang kerap memicu kepenatan di jalan raya.
Menyentuh Jantung Pelayanan: Merangkul para Juru ParkirAda pemandangan berbeda dalam patroli berkala kali ini. Petugas gabungan turun ke tepi-tepi jalan umum bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengedukasi dengan hati.
Fokus utama diarahkan pada pembinaan tatap muka kepada para juru parkir, pemilik usaha, hingga pengendara.Dengan pendekatan yang dialogis, petugas mengingatkan kembali tentang pentingnya etika pelayanan, pemahaman tugas, serta penerapan tarif resmi yang jujur.
Langkah ini diambil agar para juru parkir di Tulungagung tidak hanya sekadar meniup peluit, tetapi menjelma menjadi garda depan yang ramah dan memberikan rasa aman bagi setiap warga yang menitipkan kendaraannya.Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kenyamanan BersamaLangkah penertiban ini merupakan buah dari evaluasi mendalam tim Dishub demi mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Di lapangan, setiap instansi membawa peran pentingnya masing-masing secara selaras:Dishub dengan sabar menata kesesuaian rambu dan mengarahkan tata letak kendaraan agar estetik dan rapi.Satpol PP menjaga marwah peraturan daerah dengan memastikan trotoar bebas dari hambatan fisik demi keselamatan pejalan kaki.Satlantas Polres Tulungagung memberikan ketegasan hukum bagi pelanggar berat demi keselamatan pengguna jalan lain.
Polisi Militer (PM) V/1-6 hadir memberikan pundak pengamanan agar situasi di sepanjang jalur pertokoan tetap kondusif dan damai.Mengurai Ego di Bahu JalanMenertibkan kendaraan yang parkir di area terlarang—seperti di bawah rambu larangan atau di bahu jalan yang sempit—memang membutuhkan ketegasan. Namun, melalui operasi bersama ini, petugas gabungan mengutamakan dialog untuk mengetuk kesadaran moral para pemilik kendaraan.
Ketika trotoar kembali bersih untuk melangkah dan bahu jalan tidak lagi tersita oleh ego perparkiran yang semrawut, di situlah kualitas hidup bertransportasi warga Tulungagung meningkat. Kolaborasi aktif ini menjadi bukti nyata bahwa ketertiban kota tidak melulu lahir dari sanksi yang kaku, melainkan dari rasa saling menghargai yang tumbuh bersama di ruang publik.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kolaliandri Ginting, mahasiswa semester 6 jurusan Administrasi Bisnis FISIP USU membuka lapangan kerja bagi mahasiswa yang...
JAKARTA - Industri musik dan perfilman Korea Selatan dalam hampir satu dekade ini telah membanjiri pasar di Asia, termasuk Indonesia. Tidak ingin...
MEDAN | Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Jabodetabek, (IKA FT USU) Jabodetabek menyampaikan Inisiasi Proyek Pembangunan Unit...
Medan - Tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) memenangi kontes inovasi internasional yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan. Mereka...
FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) meluncurkan buku ‘Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur’ di...