SEKAYU, MUBA – Suasana sunyi menjelang fajar di kawasan wisata Danau Ulak Lia mendadak berubah menjadi mencekam pada Kamis pagi, 4 Juni 2026. Sebuah rumah tinggal milik warga bernama Korik yang terletak di Jalan Suluk, RT 016 RW 005, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, ludes tak tersisa setelah diamuk si jago merah.
Bukan sekadar kerugian materi, api yang berkobar cepat di pemukiman padat ini juga menyisakan trauma mendalam dan satu korban luka bakar serius yang kini harus menjalani perawatan intensif.Kronologi Menit demi Menit: Perlombaan Melawan WaktuBerdasarkan penelusuran dokumen operasional dan kesaksian di lapangan, bencana ini bermula ketika sebagian besar warga baru saja memulai aktivitas pagi.
Berikut adalah rekonstruksi waktu (timeline) peristiwa:Pukul 05.19 WIB: Kepulan asap hitam dan kobaran api pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Padli. Sadar akan bahaya yang mengancam pemukiman, ia langsung menghubungi pos pemadam kebakaran darurat.Pukul 05.22 WIB: Hanya dalam waktu tiga menit setelah panggilan darurat masuk, Regu Brama 2 Damkar Muba langsung meluncur membelah jalanan Sekayu.Pukul 05.27 WIB: Armada tiba di lokasi kejadian perkara (TKP).
Petugas di lapangan mendapati api sudah berada pada fase flashover (mengisi seluruh ruangan) dan mulai merembet ke struktur utama bangunan kayu tersebut.Pukul 05.28 - 06.39 WIB: Pertempuran melawan api berlangsung selama lebih dari satu jam. Tiga unit armada pemadam dikerahkan penuh untuk mengisolasi titik api agar tidak menjalar ke rumah warga lainnya.
Sinergi Taktis di LapanganInvestigasi di lokasi menunjukkan bahwa keberhasilan melokalisir api tidak lepas dari koordinasi taktis lintas sektor. Operasi yang dipimpin oleh jajaran struktural Damkar di Perintahkan Langsung
Kasat Pol PP Erdian Syahri SSos MSi melalui Kabid Damkar Dendi Suhendar, Kasi Ops Nurhadi Jaya, dan Plt. Kasi Pencegahan M. Ali—langsung membagi tim menjadi tiga fungsi: pemadaman utama, suplai air, dan evakuasi lingkungan.Di lini depan, Koordinator Jonkanedi dan Danru Satria Gunawan, bersama Regu Brama 2, mendapatkan bantuan krusial dari personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas. Kehadiran petugas PLN Kecamatan juga terbukti vital dalam memutus aliran listrik lokal secara cepat guna menghindari korsleting massal atau sengatan listrik yang membahayakan petugas pemadam di zona basah.
Analisis Dampak dan Teka-Teki Penyebab KebakaranMeskipun area dinyatakan aman pasca-penyisiran pada pukul 06.39 WIB, dampak visual dan kerugian yang ditinggalkan sangat masif:Satu Korban Luka: Investigasi mengonfirmasi tidak ada korban jiwa, namun satu orang penghuni rumah mengalami luka bakar akibat mencoba menyelamatkan barang berharga di awal runtuhnya atap bangunan.
Faktor Kerugian Fisik: Kerugian material ditaksir menembus angka ± Rp50 juta. Kerusakan total ini dipicu oleh material bangunan yang didominasi bahan semi-permanen dan mudah terbakar.Fokus Penyelidikan: Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kemunculan api masih menjadi teka-teki besar.
Tim penilai risiko dari pemadam kebakaran bersama penyidik kepolisian setempat masih melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti fisik, apakah api berasal dari kegagalan instalasi listrik (korsleting) atau sumber domestik lainnya (kompor/gas).
Laporan investigasi dan penanggulangan ini kini telah disampaikan secara resmi ke tingkat pusat, termasuk Direktur MPBK Kemendagri dan jajaran eksekutif Kabupaten Musi Banyuasin, sebagai bahan evaluasi pencegahan kebakaran di zona pemukiman padat Muba ke depan.
Teruji dalam menjalankan tugas sebagai Wakil rakyat dengan baik membuat masyarakat menginginkan Sugondo menjadi Bupati atau pun wakil...
MUBA - Hangatnya Informasi tentang Pengeboran Minyak Illegal yang terus marak diwilayah kabupaten Musi Banyuasin, sepertinya menjadi dinamika...
MUBA- Respon cepat terhadap laporan dari masyarakat yang masuk di Muba Siaga 112 dan Sosial Media bahwasanya telah terjadi pohon tumbang akibat hujan...
MUBA- Bertahun-tahun berkutat dengan bau tak sedap, membuat pedagang pasar Perjuangan Sekayu merasa tidak nyaman. Ditambah lagi kondisi pasar...
SOLO, - Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Triana Minarni Sandi Fahlepi menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG)...