MUBA, 13 Mei 2026 – Di bawah terik matahari pagi yang menyengat namun membawa harapan, ribuan warga berkumpul di lapangan terbuka Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin (Muba). Hari ini bukan sekadar seremoni biasa; hari ini adalah tentang kepastian hidup bagi puluhan ribu pasang tangan yang selama ini menggantungkan nasib pada perut bumi.
Melalui Apel Ikrar Bersama dan Launching Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muba resmi memulai babak baru implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Slogan "Stop Illegal Drilling dan Illegal Refinery" tidak lagi diteriakkan sebagai ancaman, melainkan sebagai ajakan untuk melangkah ke jalur yang lebih aman, profesional, dan manusiawi.
Dari "Ilegal" Menjadi Berdaya
Selama bertahun-tahun, istilah illegal drilling identik dengan risiko nyawa dan kerusakan lingkungan. Namun, bagi masyarakat Muba, sumur-sumur ini adalah denyut nadi ekonomi. Berdasarkan data inventarisasi Kementerian ESDM per Oktober 2025, terdapat 22.381 sumur minyak masyarakat yang tersebar di wilayah ini.
"Kita tidak ingin lagi mendengar ada warga yang tertimpa musibah karena tata kelola yang tidak standar. Kita ingin rakyat bekerja dengan tenang, lingkungan terjaga, dan hasilnya sah secara hukum untuk memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Pj Bupati Muba dalam laporannya di hadapan lebih dari 1.090 peserta yang hadir.
Tiga Pilar Pengelola: Menggandeng Rakyat
Melalui regulasi baru ini, pengelolaan puluhan ribu sumur tersebut kini memiliki "payung" resmi. Sebanyak tiga badan usaha ditunjuk sebagai garda terdepan untuk membina dan mengoordinasikan aktivitas masyarakat:
PT Petro Muba: Mengelola tanggung jawab terbesar dengan 14.381 sumur.
Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera: Merangkul masyarakat melalui pengelolaan 4.000 sumur.
UMKM PT Keluang Berkah Energi: Menggerakkan ekonomi lokal dengan mengelola 4.000 sumur.
Pembagian ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang legal melalui wadah koperasi dan UMKM.
Pesan Humanis Gubernur: Menjadi Pionir Energi Berkelanjutan
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi mendalam. Baginya, langkah Muba adalah langkah pionir di Indonesia.
"Sumur-sumur ini adalah penopang energi nasional. Dengan tata kelola yang baik melalui Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025, kita sedang menunjukkan bahwa negara hadir. Kita ingin semua terus menjadi pionir dalam pembangunan energi yang berkelanjutan, terintegrasi, dan memiliki integritas," pesan Herman Deru dengan penuh penekanan.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektoral. Kehadiran Kapolda Sumsel, Pangdam, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan dalam ikrar ini menjadi simbol bahwa transisi menuju tata kelola legal ini didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Harapan di Masa Depan
Acara ini ditutup dengan peluncuran secara simbolis sistem tata kelola baru yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas SDM bagi para pekerja sumur. Tidak ada lagi sembunyi-sembunyi; kini para penambang rakyat bisa berjalan tegak, menyumbangkan tetesan minyaknya untuk negara dengan prosedur yang aman.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat, Musi Banyuasin hari ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa ketahanan energi bisa dibangun dari bawah, dengan memanusiakan mereka yang selama ini berjuang di garis depan sumur-sumur minyak bumi.
JEPARA – Dalam satu dekade, Jepara meraih penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Kota Ukir termasuk dari dua...
SINGARAJA, BALI EXPRESS-Buleleng kembali mencatatkan torehan membanggakan dalam pengelolaan keuangan dengan mengantongi opini Wajar Tanpa...
RADARSEMARANG.ID, Demak – Pemkab Demak kembali meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)....
Liputan6.com, Jakarta - Vaksin Covid-19 menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Namun vaksin yang diharapkan belum ada. Hingga saat ini, mematuhi...
Liputan6.com, Jakarta - Perayaan HUT ke-56 Partai Golkar tahun 2020 mengangkat tema "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang." Tema ini...