Jumat, 3 Juli 2026 - 03:32 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Dana RP. 562.134.000 Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono -Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban Sia sia

Rabu, 3 Mei 2023
305 views
0
IMG-20230503-WA0015

Kitamerahputih com Masyarakat desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung merasa kecewa dengan proyek Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban proyek yang didanai dari APBD sebesar RP. 562.134.000 tidak menjadi solusi untuk aliran air.

Salah satu warga yang terdampak akibat Proyek tersebut atas nama (B) Menyampaikan bahwa di depan rumahnya di buat selokan malah banjir berarti selokan tidak mengalir,malah menampung air 

Proyek sepanjang 400an meter itu awalnya, dimulai dari sisi utara. Beberapa pekerja dan alat berat telah beroperasi menggempur emperan rumah dan membuat galian sedalam 1,5 meter yang kelak akan dibuat saluran gorong gorong.

Namun entah bagaimana, proyek yang dikerjakan dalam 45 hari kalender mulai 08 Nopember-22 Desember tahun 2022 itu, pelaksanaan pemasangan gorong gorongnya berubah dari titik awal. Dan hingga proyek itu selesai menyisakan galian sepanjang 100 an meter.

"Itu proyek tahun lalu, namun menyisakan masalah bagi warga disini. Padahal dulu kami setuju saja meski tidak ada ganti rugi jika ada bangunan yang dihancurkan," ujar BK, salah satu warga saat diwawancara oleh Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) di rumahnya, Selasa (02/05/2023).

Dari papan nama diketahui, CV yang mengerjakan adalah CV Leon berdikari dengan pengawas CV Unicon. Namun begitu, beberapa warga, saat hendak digali mengaku dikumpulkan di Balaidesa, sempat juga meminta kepada Kepala Desa agar jika dana pas pasan jangan digali dulu yang ujung utara.

BK juga mengatakan, sebelum dibangun yang baru, sebenarnya sudah ada gorong gorongnya, namun kecil. Saat hujan air meluap ke jalan.

"Ketika digali dulu semua sudah rusak, hancur. Ini kalau langsung diuruk tentu air pun juga tergenang," katanya.

Anehnya, meski dibuat saluran pengering jalan, namun tidak ada buangan akhir diujung hilir. Sehingga, air tertampung diujung got. 

"Iya pak, ada airnya, dan ngumpulnya didepan rumah saya, jika tidak hujan airnya berhenti didepan rumah, jadi baunya itu bener bener luar biasa," kata ND warga yang lain.

Pantauan dilapangan, ada 2 rumah warga yang dibuat galian dan selebihnya adalah areal persawahan dengan panjang sekitar 100m.

Ketua LMP Hendri Dwiyanto menyebut, harusnya ada pihak yang bertanggung jawab atas masalah itu. Meski Ia nun jauh dipinggir pegunungan Tulungagung.

"Sudah berbulan bulan dari tahun lalu kok dibiarkan begitu, kasian warga disana," ungkapnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Fajar Baru di Keluang: Mengubah Nasib, Mengukir Ketahanan Energi dari Sumur Rakyat

Wed, 13 May 2026 10:27:05am

  MUBA, 13 Mei 2026 – Di bawah terik matahari pagi yang menyengat namun membawa harapan, ribuan warga berkumpul di lapangan terbuka Kecamatan...

Senyum di Babat Supat: Saat Kolaborasi Membawa Sembako Murah ke Pelukan Warga

Tue, 12 May 2026 09:11:12am

  BABAT SUPAT – Sejak matahari belum meninggi, pelataran Kantor Camat Babat Supat sudah mulai dipadati warga. Langkah kaki yang tergesa,...

Wujudkan SDM dan Pekerja Unggul, Bupati Muba Instruksikan Perusahaan Perkebunan, Tambang, dan Migas Percepat Sertifikasi Pekerja

Sun, 10 May 2026 05:15:03am

SEKAYU, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah tegas dalam memperkuat kualitas tenaga kerja di sektor-sektor vital....

Muba Memanggil: Forum HRD Siap Menjadi Jembatan Emas Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sat, 9 May 2026 09:08:06am

PALEMBANG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin menghadiri undangan strategis Forum HRD Muba dalam rangka rapat...

Menjaga Marwah Pendidikan: LMP Tulungagung Desak Inspektorat Cegah Praktik ‘Jual Beli’ Kursi Kepala Sekolah

Sat, 9 May 2026 05:33:19am

TULUNGAGUNG — Di tengah harapan besar masyarakat untuk melihat kualitas pendidikan yang lebih baik, sebuah kabar miring kini membayangi dunia...

Baca Juga