Kita merah Putih.com Mengutip Ungkap " ia ikan, tapi beri ia kail (dan umpan) agar ia bisa memancing".
Makna dari peribahasa ini adalah Memberi ikan berarti memberikan bantuan instan atau solusi sementara untuk suatu masalah.Bantuan ini hanya menyelesaikan masalah untuk saat itu saja.
Memberi kail dan umpan berarti memberikan alat, pengetahuan, atau keterampilan yang dibutuhkan seseorang agar ia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri secara mandiri di masa depan
Ungkap ini sangat tepat untuk Balai Latihan Kerja Tulungagung dengan moto "Gapai masa depan bersama kami"
Seperti dilaksanakan Pembukaan hari ini Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan pelatihan bagi pencari kerja.
Pelatihan ini merupakan bagian dari klaster kompetensi DBHCHT tahap tiga, dengan program unggulan seperti barbershop, barista, dan English for Frontliner.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung yang diwakili Sekretaris Disnakertrans Agus Pamungkas, MSI., Kepala UPT BLK Tulungagung Final Abidin, S.Sos., Kepala Sub Bidang, serta dihadiri Suroso, perwakilan BNNK Tulungagung, yang juga menjadi peserta pelatihan.
Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tulungagung, Final Abidin, menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk mencetak tenaga kerja yang berkualitas, terampil, berperilaku profesional, kompeten, dan produktif, sehingga siap memenuhi tuntutan dunia kerja.
Pelatihan ini dijadwalkan selama 120 jam atau selama lima belas hari dimulai sejak tanggal diresmikan," kata Abidin pada Rabu, 5 November 2025.
Adapun kegiatan pelatihan ini bersumber pada anggaran dari APBD Kabupaten Tulungagung," sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Agus Pamungkas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan teknis. Dengan begitu, mereka memiliki peluang untuk bekerja secara mandiri, membuka usaha, atau bergabung dengan perusahaan setelah menyelesaikan tiga program pelatihan tersebut.
"Program ini menjadi wujud nyata komitmen Disnaker Kabupaten Tulungagung dalam akses pelatihan kerja sekaligus memberikan modal keterampilan dan kemandirian peserta ke depannya," ucap Agus.
Langkah ini juga mendukung visi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat berakhlak dan transformasi menuju Tulungagung yang maju.
Peserta pelatihan sebanyak 48 peserta dibagi yang mengikuti program bidang pelatihan tersebut," tuturnya.
Saat ditanya awak media soal mekanisme pendaftaran, Agus menjelaskan bahwa pendaftaran peserta dilakukan secara online. Namun, bagi mereka yang kesulitan mendaftar daring, pendaftaran offline juga tetap dibuka. Semua peserta pelatihan difokuskan untuk warga Kabupaten Tulungagung.
"Dengan adanya program ini diharapkan peserta yang sudah mendapatkan keterampilan akan siap mandiri di dunia kerjabaik dunia industri," tutupnya.
SEKAYU – Dalam upaya mempercepat pengetasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan penurunan angka pengangguran di Muba ,...
MUBA – Nama Candra Saputra Lesmana bukanlah sosok asing dalam jagat olahraga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dengan rekam jejak lebih dari 15...
Memasuki puncak arus balik lebaran, suasana lalu lintas di jalan lintas Timur (Jalintim) Muba terpantau aman dan lancar. Sejumlah kendaraan baik dari...
SEKAYU, MUBA – Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang 23 Musi Banyuasin kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan 450 paket...
SEKAYU, MUBA – Menyongsong hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M, jemaat Gereja GPIN Sekayu kembali menunjukkan aksi nyata moderasi...