Kitamerah putih.com
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Musi Banyuasin mengadakan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) tak tanggung tanggung untuk memberikan motivasi kepada seluruh Peserta menghadirkan Louis Sastrawijaya merupakan Motivational Coach No.1 Indonesia
Ia juga sudah menulis 5 buku motivasi yang laris. Ia telah dipercaya sebagai motivator bagi lebih dari 500 perusahaan di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai Penulis 5 buku laris tentang motivasi.Pelatihan bertempat di Hotel Gambo dan Residence Sekayu,Rabu (31/08/2022)
Louis Sastrawijaya memaparkan kepada peserta pelatihan bahwa untuk membentuk kepribadian anak dan memberikan kepercayaan diri di mulai dari keluarga yang harmonis, Memberikan contoh cinta kasih beberapa point yang di sampaikan untuk membentuk kepercayaan diri anak diantar yaitu Jangan Mengkritiknya Secara langsung dengan kata kata yang menurunkan semangat nya dalam berusaha
Tanaman diri kepada anak dengan tidak meremehkan setiap usaha yang telah dilakukan arahkan yang mana yang benar serta beri motivasi bahwa dia bisa melakukan nya dengan baik lagi
Secara narluri anak akan membenci orang tuanya yang sering membentak berakibat anak- anak menjauhi orang tuanya karena anak dibentak ada rasa ketakutan dan merasa tidak diberikan kasih saya ubahlah caranya dengan menegur dengan lemah lembut memang itu terasa sulit jika tidak dilakukan secara terus menerus dengan mengontrol emosion.
Agar anak percaya diri orang tua tidak boleh Mengancam karena yang dilakukan nya bukan kesadaran melainkan dengan tekanan,tumbuhkan kesadaran anak untuk melakukan sesuatu tanpa kita mengancam nya
mendeskriminasi diartikan sebagai perbuatan yang tidak adil kepada salah satu anak, banyak terjadi karena melihat dari warna kulit, kekayaan, pintar dan sebagainya. Diskriminasi terhadap anak tidak boleh terjadi karena setiap anak berhak diperlakukan secara sama dan manusiawi, tanpa adanya perbedaan apapun juga.
Dalam kesempatan ini juga Louis Sastrawijaya menerangkan aoasaja yang tidak boleh dilakukan yaitu Mengekplorasi anak, memperlihatkan organ intim, menunjukkan gambar porno, meraba bagian tubuh, menyuruh oral dan Masturbasi ini semua merupakan kekerasan seksual kepada anak yang harus kita hindari dengan cara menjauhkan kesempatan itu terjadi,serta mengajarkan anak batasan yang boleh maupun tidak boleh dilakukan atau perbuatan yang orang lakukan
Dikesempatan yang sama prilakunya yang sering kita tidak sadari yaitu Pelantara anak, meninggalkan mengacuhkan, mengabaikan, membahayakan, menjerumuskan yang terkadang membuat hancur generasi penerus kita Karena ulah kita sendiri.
Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak kabupaten Musi Banyuasin Dewi Kartika,S.E.,M.si, berharap kepada semua peserta Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) agar semua ilmu yang didapat diterapkan dan di sampaikan kepada masyarakat Dan lebih sensitifitas kepedulian para pendamping anak untuk bersama hadir dalam upaya mewujudkan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, ungkapnya
Bisa lulus dari sekolah dan universitas tentu hal yang membanggakan bagi setiap mahasiswa. Apalagi jika kalian berhasil menjadi lulusan terbaik...
USUJakartaNews. Tidak ingin kehilangan moment untuk saling bersilaturahmi dan bermaafan, Alumni USU Jakarta, datang menghadiri acara Halalbi halal...
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menyambut pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hasil Pilpres dan Pileg 2019, serta memperhatian dinamika sosial...
Siasatkotanews.com || Korea – Dalam rangka perayaan 30 tahun Asean – Korea Dialoque Relation dan 10 tahun Asean – Korea Centre, AKC bekerja...
TRIBUN-MEDAN.com - Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan prestasi dengan menjadi Perguruan Tinggi (PT) peringkat pertama di...