Kitamerahputih.com Dalam rangka penandatanganan kontrak dan peletakan batu pertama fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis ekologi ( medical Ecotourism senior living ) antara program BKN - RI Dengan Kontraktor Pelaksana di wilayah Kabupaten Jayapura propinsi Papua
alang - alang panjang kampung Mamei Distrik kemtuk kabupaten jayapura provinsi papua
sekretaris panitia Saharudin Asisten 3 setda kabupaten Jayapura, Timothius Demetouw, mewakili Bupati Jayapura dalam acara peletakan batu pertama pembangunan fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis pariwisata ekologi di Kabupaten Jayapura di Kampung Mamei, Kemtuk, Kamis (25/3).

Faskes berbasis pariwisata ekologi dibangun di Jayapura Sentani- fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis pariwisata ekologi di Kabupaten Jayapura segera dibangun. Ini ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang langsung dihadiri oleh Radenmas Tri Harsono, selaku pimpinan presidium badan ketahanan nasional dan internasional Republik Indonesia.
Asisten 3 setda kabupaten Jayapura,Timothius Demetouw, mengatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan apresiasi kepada Badan Pertahanan nasional dan internasional Republik Indonesia yang berinisiatif untuk memilih Papua secara khusus Kabupaten Jayapura sebagai tempat untuk Membangun fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis pariwisata ekologi.

"Memang selama ini perhatian terhadap lansia itu sangat kurang. Harapan kami dengan kehadiran fasilitas ini dapat memberikan perhatian khusus kepada lansia," kata Timothius Demetouw disela sela acara itu.
Sementara itu, ketua panitia pembangunan, Pdt. albert Yoku menjelaskan, "pembangunan Fasilitas Kesehatan khusus lansia ini dibangun dan dirancang khusus oleh pihak terkait dari pusat. Di Kabupaten Jayapura setidaknya akan ada tiga fasilitas kesehatan yang sama yang akan dibangun melalui Badan Pertahanan Nasional dan internasional Republik Indonesia. Di mana 3 fasilitas itu dibangun di daerah Sentani Barat, kemudian di daerah alang-alang panjang tempatnya di kampung Mamei distrik kemtuk dan di distrik airu.
"Pembangunan fasilitas ini akan berbeda dari fasilitas kesehatan lainnya karena ini juga dibangun berhubungan dengan pariwisata ekologi," katanya.
Dia menyebut Adapun fasilitas unggulan untuk mendukung pengembangan Fasilitas Kesehatan berbasis pariwisata ekologi itu antara lain, sarana olahraga, sarana pertanian, termasuk ada taman-tamannya. Bahkan sehubungan dengan kehadiran fasilitas tersebut pihaknya sudah memperoleh adanya perencanaan untuk pembangunan 300 unit rumah di wilayah tersebut yang mana tempat itu akan digunakan sebagai hunian bagi para lansia.
"Karena kehadiran fasilitas ini ada nilai plusnya. Ada pelayanan medis, termasuk masalah gizi dan kesehatan juga semua ada di dalam," tambahnya.
Red Audry Latumahina
SEKAYU- Sebanyak ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Wakil Bupati Muba Abrur Rohman...
PALEMBANG, 25 APRIL 2026 – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi...
PALEMBANG – Bank Sumsel Babel (BSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi loyalitas nasabah hingga ke pelosok daerah. Pada Jumat...
PALEMBANG, 24 APRIL 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)...
Lawang Wetan, Muba – Di tengah fluktuasi harga pasar, Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus...