SUKA JADI – Masyarakat Kecamatan Lalan yang tergabung dalam "Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan" menggelar musyawarah besar untuk menuntut kepastian kelanjutan pembangunan Jembatan Lalan. Pertemuan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat ini menghasilkan kesepakatan tegas untuk menggelar aksi damai dan menutup akses sungai bagi perusahaan jika tuntutan tidak dipenuhi.
Musyawarah tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Balai Desa Suka Jadi, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Rapat ini dipimpin langsung oleh I Gusti Ketut Satya Mertha selaku Ketua Forum Musyawarah dan dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemuda.
Rencana Aksi Damai 1 Januari 2026
Berdasarkan hasil kesepakatan forum, seluruh peserta menyetujui rencana pelaksanaan aksi damai menuntut pembangunan jembatan yang akan digelar pada tanggal 1 Januari 2026 di lokasi Jembatan Lalan.
Dalam notulen rapat, terungkap beberapa poin tuntutan krusial yang disepakati, antara lain:
1. Mendesak dilanjutkannya pembangunan Jembatan Lalan.
2. Menutup alur Sungai Lalan bagi perusahaan pengguna alur sungai tersebut.
3. Mendesak evaluasi izin perusahaan jika tidak bersedia melanjutkan pembangunan jembatan.
4. Menuntut perhatian terhadap dampak sosial akibat robohnya jembatan, termasuk penyediaan penyeberangan gratis.
5. Menetapkan batas waktu pembangunan jembatan maksimal 7 bulan terhitung dari tanggal 1 Januari 2026.
Aliansi memberikan ultimatum keras terkait tuntutan tersebut. Dalam poin kesepakatan disebutkan bahwa jika tuntutan (poin a sampai e) tidak dipenuhi, maka segala hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di kemudian hari bukan menjadi tanggung jawab Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan.
Guna mengawal aksi ini, musyawarah juga telah menyetujui struktur kepengurusan organisasi "Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan". I Gusti Ketut Satya Mertha ditunjuk sebagai Ketua Aliansi, didampingi Legimin sebagai Wakil Ketua, serta Sahrul Bahtiyar dan Setiawan sebagai Sekretaris.
Selain pengurus inti, aliansi juga telah membentuk berbagai bidang pendukung aksi, mulai dari perlengkapan, orasi, keamanan yang melibatkan Linmas dan Banser, hingga tim medis dari Puskesmas Bandar Agung dan Karang Mukti.
Rapat ditutup dengan kondusif pada pukul 15.00 WIB setelah pembacaan doa dan penandatanganan berita acara. Dokumen ini menjadi landasan resmi bagi masyarakat Lalan untuk bergerak memperjuangkan infrastruktur vital di wilayah mereka
Muba - Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo terus menggencarkan upaya mitigasi terhadap aktivitas illegal drilling dan illegal refinery di...
SEKAYU, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mematangkan langkah strategis untuk memastikan putra-putri daerah menjadi pemain...
AQJNews com - Unit Reskrim Polsek Bayung Lencir berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah...
TULUNGAGUNG – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan 15...
SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempertegas komitmennya dalam membenahi data ketenagakerjaan di wilayahnya. Melalui Surat...