Kita Merah putih.com
Kita Merah putih.com pernyataan Menteri Agama RI dalam sebuah tayangan video yang beredar di media sosial secara nasional baru baru ini, terkait dengan alasan pembatasan volume Azan menuai kontroversi dan menimbulkan gejolak khususnya agama Islam termasuk masyarakat kabupaten Musi Banyuasin,
Mahasiswa beserta berbagai ormas mengelar Aksi Damai didepan Kantor kementerian Agama Musi Banyuasin,Senin(01/03/2022).
Ada 10 perwakilan yang mewakilinya aspiras masyarakat diantaranya toko Masyarakat Dr Wandi Subroto. SH. MH,H. Dr Safaruddin. SH. MH Ormas Arianto. SE LIPER RI ,Satoto Waliun. SH LASKAR MERAH PUTIH ,ANDIP. SH LSM GEMPITA ,Ust Coy Alamsyah Bajigur,Endriadi. SH ,Azmi LSM Gerbak Sriwijaya, perwakilan organisasi Depi Irawan. SH Organisasi AWDI ,Mewakili Mahasiswa Doni BEM STIH
Dihadapan kepala kementrian Agama Musi Banyuasin diwakili Kasubbag TU Kemenag Muba H. Akut Rizon,Ust Coy Alamsyah
Menyampaikan Pernyataan tuntutan Aksi. Tuntutan Aksi :
1.Kami minta Menteri Agama RI Mencabut Pernyataannya bahwa Suara Azan Sama dengan Suara Anjing.
2.Kami minta Menteri Agama RI menyampaikan Permohonan Maaf kepada Seluruh Masyarakat dan Rakyat Indonesia atas Pernyataannya
3.Kami minta kepada Presiden RI Bapak Jokowi SEGERA Mencopot dan Mengganti Menteri Agama RI saat ini.
4.Umar mana dan siapa yang terganggu dengan suara Azan, jng jng anda Menteri Agama yang terganggu dengan suara Azan,
5.Meminta Presiden RI Copot Oknum2 Menteri yang suka bicara Ngaur, menyusahkan Rakyat Meminta Polri menindak tegas atas Dugaan Penistaan Agama Menteri Agama
6.Hentikan dan Hapus larangan dan bayak aturan thd Ust, Penceramah dan soal Sertifikasi para Ulama Ust Penceramah
7.Hentikan larangan larangan para Ulama untuk Zikir Akbar dan kegiatan2 Agama
Diakhir membacakan tuntutan aksinya beliau menyampaikan kutipan
Buya Hamka” Jika Diam Saat Agamamu Dihina, Gantilah Bajumu dengan Kain”
Lanjutnya Sudah sewajarnya kami sebagai umat Islam terusik dengan pernyataan menteri Agama tersebut, tentunya kami berharap kepada kementerian agama kabupaten Musi Banyuasin dapat membantu menyampaikan aspirasi kami.ungkapnya

Sementara itu tokoh masyarakat Musi Banyuasin Dr Wandi Subroto. SH. MH, Mengatakan Bahwa ini Aksi Damai ini merupakan rasa empati terhadap agama yang merasa di hina dengan ucapan yang kurang pantas dari seorang Mentri Agama yang seharusnya menjadi panutan masyarakat,untuk menjaga stabilitas serta menteri agama sudah seharusnya menarik ucapannya Serta meminta maaf kepada masyarakat khususnya Umat Islam yang sudah terluka akibat ucapan nya.ungkapnya
H.Akut Rizon, Menyampaikan bawah tuntutan Aksi tersebut ,kami akan sampaikan kepada kementerian Agama Pusat